Transformasi Digital UMKM: Sosialisasi, Pelatihan, dan Pendampingan sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal di Desa Way Lima
DOI:
https://doi.org/10.70900/jpkm.v3i2.102Keywords:
UMKM, transformasi digital, pengabdian masyarakat, pelatihan teknologi, pemberdayaan ekonomi lokalAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, termasuk dalam konteks pembangunan ekonomi lokal. Di Desa Way Lima, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, UMKM menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat. Namun, sejumlah tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta minimnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha modern masih menjadi hambatan bagi perkembangan UMKM di wilayah tersebut.
Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Akuntansi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendekatan transformasi digital. Metode yang digunakan terdiri atas sosialisasi strategi bisnis, pelatihan teknologi digital, diskusi interaktif, serta pendampingan intensif selama periode Maret hingga Mei 2023. Sebanyak 35 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha turut serta dalam kegiatan ini.
Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen usaha, legalitas, dan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran serta pencatatan keuangan. Sebanyak 74% peserta berhasil membuat akun media sosial untuk promosi produk, dan 58% telah membuka toko online. Selain itu, pendampingan intensif terhadap 10 pelaku UMKM terpilih menghasilkan peningkatan omzet minimal 15% dalam waktu tiga bulan. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti infrastruktur internet yang belum optimal dan rendahnya kesadaran akan administrasi usaha.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Untuk memperkuat dampak jangka panjang, disarankan agar dilakukan pelatihan lanjutan, peningkatan infrastruktur digital, pembentukan komunitas UMKM desa, serta sinergi dengan lembaga keuangan dan perguruan tinggi.








